
Administrasi Infrastruktur Jaringan: Konfigurasi Routing RIPv2
- Yusa
- 0
- Posted on
A. Tujuan
Routing Information Protocol versi 2 (RIPv2) merupakan pengembangan dari RIPv1 yang dirancang untuk mengatasi berbagai keterbatasan pada versi sebelumnya. RIPv2 mendukung pengiriman informasi subnet mask, autentikasi, serta penggunaan Classless Inter-Domain Routing (CIDR), sehingga lebih fleksibel dan sesuai untuk kebutuhan jaringan yang lebih kompleks.
Praktikum ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep dasar Routing RIPv2 serta mempelajari langkah-langkah konfigurasi RIPv2 pada perangkat router menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai media simulasi jaringan.
B. Alat dan Bahan
Sebelum memulai praktikum, siapkan alat dan bahan berikut:
- Laptop, komputer, atau smartphone
- Software Cisco Packet Tracer
C. Langkah Langkah
1. Pertama, buka aplikasi yang dibutuhkan, yakni Cisco Packet Tracer.

2. Lalu buatlah desain topologi jaringan seperti ini.

3. Ke Router0 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, ketikkan syntax sebagai berikut :
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

4. Pada Router0 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, Ketikkan Syntax Berikut :
Router(config)#interface fastEthernet0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown

5. Selanjutnya sama seperti langkah sebelumnya. Ke Router1 > CLI Untuk mensetting IP pada router, ketikkan Sytax berikut :
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

6. Pada Router1 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, Ketikkan Syntax Berikut :
Router(config)#interface fastEthernet0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown

7. Selanjutnya konfigurasi DHCP pada Router0 > CLI dengan syntax :
Ip dhcp pool DHCP1( Nama DHCPnya )
Network 192.168.2.1 255.255.255.0 ( IP dan Subnetnya )
Default-router 192.168.1.1 ( Gateway )

8. Lakukan konfigurasi yang sama dengan sebelumnya pada Router1 > CLI dengan Syntax :
Ip dhcp pool DHCP1( Nama DHCPnya )
Network 192.168.3.2 255.255.255.0 ( IP dan Subnetnya )
Default-router 192.168.1.3 ( Gateway )

9. Lalu pergi ke PC0 > Dekstop > IP Configuration , ubah settingannya ke DHCP

10. Lalu pergi ke PC0 > Dekstop > IP Configuration , ubah settingannya ke DHCP

11. Selanjutnya konfigurasi Router RIP pada masing – masing router dengan syntax :
Router(config)#router rip
Router(config)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 192.168.2.0

12. Konfigurasi router RIP pada Router1 > CLI dengan syntax :
Router(config)#router rip
Router(config)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.1.0
Router(config-router)#network 192.168.3.0

13. Lalu ketik Sytax “ Show IP Route” pada setiap router untuk mengecek apakah konfigurasi telah berhasil.

14. Lalu ketik Sytax “ Show IP Route” pada router selanjutnya untuk mengecek apakah konfigurasi telah berhasil.

15. Lalu coba test ping antara PC0 dan PC1


16. Selanjutnya tes PDU pada semua perangkat

Penutup
Melalui praktikum konfigurasi Routing RIPv2 ini, siswa diharapkan dapat memahami cara kerja protokol routing dinamis dalam melakukan pertukaran informasi routing antar router. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu melakukan konfigurasi dasar RIPv2 dan memahami keunggulannya dibandingkan RIPv1, terutama dalam mendukung subnetting dan jaringan classless.
Pemahaman terhadap RIPv2 menjadi langkah penting sebelum mempelajari protokol routing yang lebih kompleks seperti EIGRP dan OSPF. Dengan rutin melakukan simulasi dan praktik menggunakan Cisco Packet Tracer, siswa dapat meningkatkan kemampuan konfigurasi, analisis, serta troubleshooting jaringan komputer secara lebih mendalam.