image 76

Administrasi Infrastruktur Jaringan: Konfigurasi Routing RIPv2

A. Tujuan

Routing Information Protocol versi 2 (RIPv2) merupakan pengembangan dari RIPv1 yang dirancang untuk mengatasi berbagai keterbatasan pada versi sebelumnya. RIPv2 mendukung pengiriman informasi subnet mask, autentikasi, serta penggunaan Classless Inter-Domain Routing (CIDR), sehingga lebih fleksibel dan sesuai untuk kebutuhan jaringan yang lebih kompleks.

Praktikum ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep dasar Routing RIPv2 serta mempelajari langkah-langkah konfigurasi RIPv2 pada perangkat router menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai media simulasi jaringan.

B. Alat dan Bahan

Sebelum memulai praktikum, siapkan alat dan bahan berikut:

  • Laptop, komputer, atau smartphone
  • Software Cisco Packet Tracer

C. Langkah Langkah

1. Pertama, buka aplikasi yang dibutuhkan, yakni Cisco Packet Tracer.

    image 77

    2. Lalu buatlah desain topologi jaringan seperti ini.

    image 76

    3. Ke Router0 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, ketikkan syntax sebagai berikut :

    Router>enable
    Router#configure terminal
    Router(config)#interface FastEthernet0/0
    Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit

    image 81

    4. Pada Router0 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, Ketikkan Syntax Berikut :

    Router(config)#interface fastEthernet0/1
    Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown

    image 78

    5. Selanjutnya sama seperti langkah sebelumnya. Ke Router1 > CLI Untuk mensetting IP pada router, ketikkan Sytax berikut :

    Router#configure terminal
    Router(config)#interface FastEthernet0/0
    Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit

    image 80

    6. Pada Router1 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, Ketikkan Syntax Berikut :

    Router(config)#interface fastEthernet0/1
    Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown

    image 74

    7. Selanjutnya konfigurasi DHCP pada Router0 > CLI dengan syntax :

    Ip dhcp pool DHCP1( Nama DHCPnya )
    Network 192.168.2.1 255.255.255.0 ( IP dan Subnetnya )
    Default-router 192.168.1.1 ( Gateway )

    image 78

    8. Lakukan konfigurasi yang sama dengan sebelumnya pada Router1 > CLI dengan Syntax :

    Ip dhcp pool DHCP1( Nama DHCPnya )
    Network 192.168.3.2 255.255.255.0 ( IP dan Subnetnya )
    Default-router 192.168.1.3 ( Gateway )

    image 75

    9. Lalu pergi ke PC0 > Dekstop > IP Configuration , ubah settingannya ke DHCP

    image 82

    10. Lalu pergi ke PC0 > Dekstop > IP Configuration , ubah settingannya ke DHCP

      image 79

      11. Selanjutnya konfigurasi Router RIP pada masing – masing router dengan syntax :

        Router(config)#router rip
        Router(config)#version 2
        Router(config-router)#network 192.168.1.0
        Router(config-router)#network 192.168.2.0

        image 83

        12. Konfigurasi router RIP pada Router1 > CLI dengan syntax :

          Router(config)#router rip
          Router(config)#version 2
          Router(config-router)#network 192.168.1.0
          Router(config-router)#network 192.168.3.0

          image 85

          13. Lalu ketik Sytax “ Show IP Route” pada setiap router untuk mengecek apakah konfigurasi telah berhasil.

            image 84

            14. Lalu ketik Sytax “ Show IP Route” pada router selanjutnya untuk mengecek apakah konfigurasi telah berhasil.

              image 89

              15. Lalu coba test ping antara PC0 dan PC1

                image 88
                image 86

                16. Selanjutnya tes PDU pada semua perangkat

                  image 87

                  Penutup

                  Melalui praktikum konfigurasi Routing RIPv2 ini, siswa diharapkan dapat memahami cara kerja protokol routing dinamis dalam melakukan pertukaran informasi routing antar router. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu melakukan konfigurasi dasar RIPv2 dan memahami keunggulannya dibandingkan RIPv1, terutama dalam mendukung subnetting dan jaringan classless.

                  Pemahaman terhadap RIPv2 menjadi langkah penting sebelum mempelajari protokol routing yang lebih kompleks seperti EIGRP dan OSPF. Dengan rutin melakukan simulasi dan praktik menggunakan Cisco Packet Tracer, siswa dapat meningkatkan kemampuan konfigurasi, analisis, serta troubleshooting jaringan komputer secara lebih mendalam.

                  Previous Post Next Post

                  Tinggalkan Balasan

                  Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *