image 21

Administrasi Infrastruktur Jaringan: Konfigurasi Routing NAT

A. Tujuan

Network Address Translation (NAT) merupakan teknik yang digunakan untuk menerjemahkan alamat IP dari suatu jaringan ke alamat IP lainnya. NAT banyak digunakan untuk memungkinkan beberapa perangkat dalam jaringan lokal mengakses jaringan luar dengan menggunakan satu atau beberapa alamat IP publik. Teknologi ini juga membantu menghemat penggunaan alamat IPv4 dan meningkatkan fleksibilitas dalam pengelolaan jaringan.

Praktikum ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep Routing NAT serta mempelajari langkah-langkah konfigurasi NAT pada perangkat router menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai media simulasi jaringan.

B. Alat dan Bahan

Sebelum memulai praktikum, siapkan alat dan bahan berikut:

  • Laptop, komputer, atau smartphone
  • Software Cisco Packet Tracer

C. Langkah Langkah

1. Pertama, buka aplikasi yang dibutuhkan, yakni Cisco Packet Tracer.

image 14

2. Lalu buatlah desain topologi jaringan seperti ini.

image 18

3. Lalu ubah Router2 menjadi cluster, tekan Router2 lalu klik tombol Cluster

image 8
image 21

4. Konfigurasi IP Router pada masing masing router dengan sintax :

Untuk Router 1 :

Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 11.11.11.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#exit

image 22

5. Konfigurasi IP Router2 dengan sintax :

Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 11.11.11.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#exit

image 19

6. Lakukan konfigurasi routing ke internet dari router 1 dan menambahkan DNS server.

image 15

7. Konfigurasi NAT pada Router1

image 20

8. Aktifkan NAT menuju internet dan client pada router 1

Internet : int fa0/0
Client : int fa0/1

image 16

9. Lakukan konfigurasi tambahan untuk dhcp pada router 1

Ip dhcp pool <nama dhcp kita>
Network <alamat jaringan> <subnetmask>
Default-router <ip gateway>

image 17

10. Lalu ubah settingan pada semua PC ke IP DHCP dengan cara PC > Dekstop > IP Configuration, ubah ke DHCP

image 23
image 24
image 25

11. Lakukan tesping dari PC ke gateway yang ada yaitu :

192.168.1.1
11.11.11.1
11.11.11.2

image 26
image 29
image 27

12. Selanjutnya mengecek NAT Translationsnya pada Router1 dengan sintax :

Router#show ip nat translation

image 28

Penutup

Melalui praktikum konfigurasi Routing NAT ini, siswa diharapkan dapat memahami fungsi NAT dalam proses komunikasi jaringan serta mampu melakukan konfigurasi dasar NAT pada router. Pemahaman mengenai NAT sangat penting karena teknologi ini banyak digunakan pada jaringan rumah, sekolah, perkantoran, maupun penyedia layanan internet.

Dengan memahami konsep dan praktik Routing NAT, siswa akan memiliki dasar yang lebih kuat dalam mempelajari administrasi jaringan serta siap menghadapi materi jaringan yang lebih kompleks di tingkat selanjutnya.

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *