image 66

Administrasi Infrastruktur Jaringan: Konfigurasi Routing RIPv1

A. Tujuan

Routing Information Protocol versi 1 (RIPv1) merupakan salah satu protokol routing dinamis yang digunakan untuk bertukar informasi routing antar router dalam sebuah jaringan. RIPv1 bekerja dengan menggunakan jumlah hop sebagai metrik untuk menentukan jalur terbaik menuju suatu jaringan tujuan. Meskipun saat ini telah banyak protokol routing yang lebih modern, RIPv1 tetap penting untuk dipelajari sebagai dasar dalam memahami konsep routing dinamis.

Praktikum ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep dasar Routing RIPv1 serta mempelajari langkah-langkah konfigurasi RIPv1 pada perangkat router menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai media simulasi jaringan.

B. Alat dan Bahan

Sebelum memulai praktikum, siapkan alat dan bahan berikut:

  • Laptop, komputer, atau smartphone
  • Software Cisco Packet Tracer

C. Langkah Langkah

1. Pertama, buka aplikasi yang dibutuhkan, yakni Cisco Packet Tracer.

    image 67

    2. Lalu buatlah desain topologi jaringan seperti ini.

    image 66

    3. Ke Router0 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, ketikkan syntax sebagai berikut :

    Router>enable
    Router#configure terminal
    Router(config)#interface FastEthernet0/0
    Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit

    image 65

    4. Pada Router0 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, Ketikkan Syntax Berikut :

    Router(config)#interface fastEthernet0/1
    Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown

    image 63

    5. Selanjutnya sama seperti langkah sebelumnya. Ke Router1 > CLI Untuk mensetting IP pada router, ketikkan Sytax berikut :

    Router#configure terminal
    Router(config)#interface FastEthernet0/0
    Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown
    Router(config-if)#exit

    image 64

    6. Pada Router1 > CLI untuk mensetting IP pada routernya, Ketikkan Syntax Berikut :

    Router(config)#interface fastEthernet0/1
    Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
    Router(config-if)#no shutdown

    image 60

    7. Selanjutnya konfigurasi DHCP pada Router0 > CLI dengan syntax :

    Ip dhcp pool DHCP10( Nama DHCPnya )
    Network 192.168.2.1 255.255.255.0 ( IP dan Subnetnya )
    Default-router 192.168.1.1 ( Gateway )

    image 68

    8. Lakukan konfigurasi yang sama dengan sebelumnya pada Router1 > CLI dengan Syntax :

    Ip dhcp pool DHCP20( Nama DHCPnya )
    Network 192.168.3.2 255.255.255.0 ( IP dan Subnetnya )
    Default-router 192.168.1.3 ( Gateway )

    image 59

    9. Lalu pergi ke PC0 > Dekstop > IP Configuration , ubah settingannya ke DHCP

    image 59

    10. Lalu pergi ke PC0 > Dekstop > IP Configuration , ubah settingannya ke DHCP

      image 61

      11. Selanjutnya konfigurasi Router RIP pada masing – masing router dengan syntax :

        Router(config)#router rip
        Router(config)#version 1
        Router(config-router)#network 192.168.1.0
        Router(config-router)#network 192.168.2.0

        image 62

        12. Konfigurasi router RIP pada Router1 > CLI dengan syntax :

          Router(config)#router rip
          Router(config)#version 1
          Router(config-router)#network 192.168.1.0
          Router(config-router)#network 192.168.3.0

          image 73

          13. Lalu ketik Sytax “ Show IP Route” pada setiap router untuk mengecek apakah konfigurasi telah berhasil.

            image 69

            14. Lalu ketik Sytax “ Show IP Route” pada router selanjutnya untuk mengecek apakah konfigurasi telah berhasil.

              image 70

              15. Lalu coba test ping antara PC0 dan PC1

                image 71
                image 71

                16. Selanjutnya tes PDU pada semua perangkat

                  image 72

                  Penutup

                  Melalui praktikum konfigurasi Routing RIPv1 ini, siswa diharapkan dapat memahami prinsip kerja routing dinamis dan proses pertukaran informasi routing antar router. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu melakukan konfigurasi dasar RIPv1 serta memahami bagaimana router menentukan jalur pengiriman paket berdasarkan jumlah hop yang tersedia.

                  Meskipun RIPv1 termasuk protokol routing generasi awal, pemahaman terhadap protokol ini tetap penting karena dapat membantu siswa memahami perkembangan teknologi routing yang digunakan pada jaringan komputer modern. Dengan terus berlatih menggunakan Cisco Packet Tracer, kemampuan dalam konfigurasi dan analisis jaringan akan semakin meningkat.

                  Previous Post Next Post

                  Tinggalkan Balasan

                  Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *