image 43

Administrasi Infrastruktur Jaringan: Konfigurasi Routing EIGRP

A. Tujuan

Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) merupakan salah satu protokol routing dinamis yang dikembangkan oleh Cisco untuk membantu proses pertukaran informasi routing antar router dalam suatu jaringan. Dengan menggunakan EIGRP, router dapat secara otomatis menentukan jalur terbaik untuk mengirimkan data berdasarkan berbagai parameter yang tersedia.

Praktikum ini bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep dasar Routing EIGRP serta mempelajari langkah-langkah konfigurasi EIGRP pada perangkat router menggunakan Cisco Packet Tracer sebagai media simulasi jaringan.

B. Alat dan Bahan

Sebelum memulai praktikum, siapkan alat dan bahan berikut:

  • Laptop, komputer, atau smartphone
  • Software Cisco Packet Tracer

C. Langkah Langkah

1. Pertama, buka aplikasi yang dibutuhkan, yakni Cisco Packet Tracer.

image 30

2. Buatlah desain topologi yang telah disediakan yakni 3 router dan 2 PC

image 31

3. Lalu setting IP Address pada setiap router, klik pada router0 > CLI dengan sintax :

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.200.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config)#interface FastEthernet0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.150.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

image 32

4. Lalu setting IP Address pada setiap router, klik pada router1 > CLI dengan sintax :

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.200.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config)#interface FastEthernet1/0
Router(config-if)#ip address 192.168.50.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

image 33

5. Lanjut lagi config pada router1 dengan sintax :

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se2/0
Router(config-if)# ip address 192.168.100.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

image 34

6. Lalu setting IP Address pada setiap router, klik pada router2 > CLI dengan sintax :

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface FastEthernet0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.150.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config)#interface FastEthernet1/0
Router(config-if)#ip address 192.168.25.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

image 38

7. Lanjut lagi config pada router1 dengan sintax :

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se2/0
Router(config-if)# ip address 192.168.100.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

image 36

8. Lakukan setting untuk routing EIGRPnya pada masing – masing router, klik router1 > CLI dengan sintax :

Router(config)#router eigrp 100
Router(config-router)#network 192.168.50.0
Router(config-router)#network 192.168.100.0
Router(config-router)#network 192.168.200.0
Router(config-router)# no auto-summary

image 39

9. Lakukan hal yang sama dengan step sebelumnya, klik Router0 > CLI dengan sintax :

Router(config)#router eigrp 100
Router(config-router)#network 192.168.200.0
Router(config-router)#network 192.168.150.0
Router(config-router)# no auto-summary

image 37

10. Lakukan hal yang sama dengan step sebelumnya, klik Router2 > CLI dengan sintax :

Router(config)#router eigrp 100
Router(config-router)#network 192.168.150.0
Router(config-router)#network 192.168.100.0
Router(config-router)#network 192.168.25.0
Router(config-router)# no auto-summary

image 35

11. Lalu ubah settingan IP PC0 Ke Static dengan klik PC0 > Dekstop > IP Configuration

image 40

12. Lalu ubah settingan IP PC0 Ke Static dengan klik PC0 > Dekstop > IP Configuration

image 42

13. Lalu ketik “ Show IP Route“ pada semua router, Router1 > CLI

image 41

14. Lalu ketik “ Show IP Route“ pada semua router, Router0 > CLI

image 44

15. Lalu ketik “ Show IP Route“ pada semua router, Router2 > CLI

image 46

16. Lalu test menggunakan simple PDU di semua perangkat.

image 43

17. Lalu coba test ping dari PC0 > PC1

image 45

18. Lalu coba test ping dari P1 > PC0

image 47

Penutup

Melalui praktikum konfigurasi Routing EIGRP ini, siswa diharapkan dapat memahami cara kerja protokol routing dinamis serta mampu melakukan konfigurasi dasar EIGRP pada jaringan komputer. Penggunaan EIGRP memungkinkan proses routing berlangsung secara otomatis sehingga pengelolaan jaringan yang memiliki banyak router menjadi lebih mudah dan efisien.

Dengan memahami konsep dan implementasi EIGRP, siswa akan memiliki dasar yang kuat untuk mempelajari berbagai protokol routing lainnya serta meningkatkan kemampuan dalam administrasi dan troubleshooting jaringan komputer.

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *