ehcp
|

Konfigurasi EHCP di Debian

Pada Artikel sebelumnya yakni https://blog.hakimyusa.com/install-ehcp-pada-debian/ menginstal Easy Hosting Control Panel (EHCP) di Debian, langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi panel ini agar dapat digunakan untuk mengelola website. Salah satu konfigurasi dasar yang perlu dilakukan adalah menambahkan domain dan subdomain. Dengan menambahkan domain, kita bisa mengarahkan website ke server yang telah kita siapkan, sementara subdomain memungkinkan kita untuk mengatur bagian-bagian terpisah dari website, seperti blog, panel admin, atau layanan khusus lainnya.

EHCP menyediakan antarmuka berbasis web yang memudahkan pengguna dalam mengelola domain tanpa perlu mengedit file konfigurasi secara manual. Proses penambahan domain di EHCP cukup sederhana—kita hanya perlu memasukkan nama domain yang ingin digunakan, kemudian sistem akan secara otomatis mengonfigurasikan virtual host untuk Apache atau Nginx serta menyiapkan direktori penyimpanan file website. Selain itu, subdomain juga dapat ditambahkan dengan cara yang hampir sama, memungkinkan kita untuk mengelola beberapa situs dalam satu server dengan lebih fleksibel.

Pada artikel ini, kita akan membahas cara menambahkan domain dan subdomain di EHCP secara lengkap, termasuk langkah-langkah verifikasi agar domain dapat diakses dengan benar. Dengan mengikuti panduan ini, kamu akan bisa mengelola beberapa website sekaligus dalam satu server dengan lebih mudah dan efisien.

Mari kita mulai!

Konfigurasi Dasar

  1. Cek hostname

a. ketik command “nano /etc/hostname” untuk melihat atau mengubah hostname

1 6

b. Disini hostname saya “Hakim”

3 3
  • Cek File Hosts (nano /etc/hosts)

a. Untuk mengubah file hosts, menggunakan command “nano /etc/hosts”

1 1

b. Yang diconfig hanya di baris 2 dengan keterangan :

192.168.100.18 = IP Address

hakim.org = Nama Domain

hakim = Hostname

2 1
  • Ip windows asli

a. Ketik Windows + R lalu ketik “ncpa.cpl”

3 2

b. Klik 2 kali pada adapter yang digunakan, klik detail, disitu sudah ada tertera IP Address dan Gateway

4 1
  • Ip linux debian
    • Ip address dan subnetmask (ifconfig)

Ketik command “ifconfig” untuk melihat IP Address dan subnetmask

5 1
  • Gateway (file interfaces)

a. ketik command “nano /etc/networking/interfaces”

6 1

b. Disini sudah tertera IP Address, Netmask, dan gateway (bisa disesuaikan dengan IP Address dan Gateway masing masing)

7 1
  • DNS (file resolv.conf)

Untuk mengubah file “resolv.conf”, menggunakan command “nano /etc/resolv.conf “

( IP Address sesuaikan dengan IP Address masing masing)

8 1

Cek konektifitas

  • Ping dns google (ping 8.8.8.8)

Ketik command “ping 8.8.8.8” untuk menjalankan proses ping (jika tidak ada masalah saat proses ping, maka tampilan akan seperti digambar)

9 1
  • Ping ip windows asli

Ketik command “ping {ip windows asli}, karena disini IP Windows asli saya 192.168.100.115, maka, saya menggunakan command“ping 192.168.100.115 ( disesuaikan dengan IP Windows asli masing masing )

10

Membuka halaman awal EHCP

Buka web browser(contoh Internet Explorer, Chrome, Firefox, dll), lalu ketik http://iplinux/ehcp (disesuaikan dengan IP Debiannya masing masing, karena IP Debian saya 192.168.100.18, jadi http://192.168.100.18/ehcp)

11 1

Regis DNS

  • Mendaftarkan ip server ehcp pada file resolv.conf

Tambahkan “nameserver (IP Server)” (disesuaikan dengan IP server masing masing, Karena IP “saya 192.168.100.18” jadi saya ketik “nameserver 192.168.100.18”

12 1
  • Disable ip dns google pada file resolv.conf

Untuk mendisable DNS Google, cukup menambahkan tanda pagar “#” sebelum teks “nameserver 8.8.8.8” jadinya “#nameserver 8.8.8.8”

(fungsi pagar “#” agar system tidak membaca adanya perintah di command line tersebut)

13 1

Langkah – Langkah Konfig EHCP

  1. Add Share Hosting Server

Tab other operation > add domain > masukkan datanya > submit querry

  1. Masuk sebagai admin, lalu klik “tab other operation” lalu klik “add domain”, selanjutnya masukkan data datanya, jika sudah selesai masukkan data datanya, klik “Submit Query”
1 3
  • Jika sudah, selesai, maka hasilnya akan jadi seperti ini
2 3
  • Uji coba domain yang telah dibuat tadi di web browser
18 1
  • setelah ini kita bisa akses ehcpnya melalui domain yang sudah dibuat tadi, yakni hakim.org
  • lalu kita coba buat domain baru, yakni hakimin.org
1 4
2 4

Uji Coba

  • Lakukan perintah nslookup iplinuxserver (ex : nslookup 192.168.99.44) pada CMD windows client.

Karena IP saya “192.168.100.18” maka saya menggunakan command “nslookup 192.168.100.18” di CMD pada Client

14
  • Lakukan perintah nslookup namadomain (ex : nslookup aliansyah.com) pada CMD windows client.

Karena domain saya “hakim.org”, jadi saya menggunakan command “nslookup hakim.org” di CMD pada Client

15 1
  • Lakukan perintah nslookup iplinuxserver (ex : nslookup 192.168.99.44) pada terminal linux server.

Karena IP Server saya “192.168.100.18”, jadi saya menggunakan command “nslookup 192.168.100.18” pada Terminal di Debian

16 1
  • Lakukan perintah nslookup namadomain (ex : nslookup aliansyah.com) pada terminal linux server.

Karena domain saya “hakim.org”, jadi saya menggunakan command “nslookup hakim.org” pada Terminal di Debian

17 1
  • Buka web dengan domain yang sudah didaftarkan

Disini domain saya hakim.org, hakimin.org dan hakimnu.org, ketik domainnya di web browser (contohnya : Internet Explorer, Chrome, Firefox, dll)

23
24 1
  • Buka halaman cpanel kembali

Buka halaman cpanel dengan domain anda, disini domain saya “hakimnu.org”, masuk ke web browser, lalu ketik “cpanel.hakimnu.org/ehcp” (sesuaikan dengan domain yang telah didaftarkan)

19 1

*jawablah soal berikut

  • Apakah fungsi dari perintah nslookup?

Jawab : Nslookup adalah sebuah tools yang digunakan untuk mendeteksi domain dari sebuah ip ataupun sebaliknya

  • Informasi apa sajakah yang muncul saat melakukan nslookup pada sistem operasi windows?

Jawab : Yang muncul yakni domain name dan ip server

  • Informasi apa sajakan yang muncul saat melakukan nslookup pada sistem opearsi linux?

Jawab : Yang muncul yakni nama domain, ip server beserta port DNS, dan zone pada DNS tersebut

Troubleshooting

Selalu teliti terhadap apa yang dikerjakan(langkah langkah pengerjaan, syntax perintah, networking, dll) , jangan ragu untuk bertanya ke teman, grup atau forum mengenai masalah yang dihapai

Jangan sampai lupa password yang telah dimasukkan

Selalu cloning disk, jika terjadi masalah kedepannya masih ada backupnya dan tidak perlu buat ulang dari awal

Kesimpulan

Dengan menyelesaikan konfigurasi dasar EHCP untuk menambahkan domain dan subdomain, kita telah berhasil mengatur server agar dapat mengelola beberapa situs dalam satu panel kontrol dengan lebih mudah. Penambahan domain memungkinkan server mengenali dan mengarahkan permintaan ke website yang sesuai, sementara subdomain memberikan fleksibilitas lebih dalam mengelola layanan atau bagian berbeda dari situs utama, seperti blog, panel admin, atau aplikasi tambahan.

EHCP mempermudah proses ini dengan antarmuka berbasis web yang intuitif, sehingga kita tidak perlu melakukan konfigurasi manual yang rumit pada file server. Semua pengaturan, termasuk penyesuaian direktori website, pengelolaan akun FTP, dan pengaturan DNS, dapat dilakukan dalam beberapa klik saja.

Ingat, konfigurasi dasar ini merupakan tugas sekolah SMK jurusan TKJ kelas 12 dalam mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan. Oleh karena itu, diharapkan kalian yang mengambil jurusan TKJ kelas 12 dapat memahami artikel ini dengan baik sehingga bisa menyelesaikan tugas kalian dengan lancar.

Meskipun konfigurasi dasar ini sudah cukup untuk menjalankan website, ada beberapa langkah tambahan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan performa server, seperti menambahkan SSL/TLS (HTTPS), mengonfigurasi backup otomatis, dan mengoptimalkan server untuk menangani trafik yang lebih tinggi. Dengan memahami dan menerapkan konfigurasi lanjutan ini, kita bisa memastikan server berjalan lebih stabil dan efisien dalam jangka panjang.

Sebagai langkah selanjutnya, kalian bisa mengeksplorasi fitur lain yang disediakan EHCP, seperti pengelolaan akun email, manajemen database MySQL, serta optimasi resource server agar lebih sesuai dengan kebutuhan website yang dikelola. Dengan begitu, EHCP tidak hanya menjadi panel kontrol untuk mengelola hosting secara sederhana, tetapi juga solusi lengkap untuk administrasi web hosting berbasis Linux.

Terima kasih sudah melihat artikel ini, mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian dan penulisan.

Similar Posts

  • | | |

    Cara Install XAMPP di Windows

    Jika Anda ingin belajar pemrograman web atau mengembangkan website berbasis PHP dan MySQL, maka memiliki server lokal di komputer sangatlah penting. Salah satu software yang paling banyak digunakan untuk menjalankan server lokal adalah XAMPP. Dengan XAMPP, Anda bisa menjalankan Apache, MySQL (MariaDB), PHP, dan Perl di komputer tanpa perlu menyewa hosting atau server online. Banyak…

  • |

    Konfigurasi FTP Server di Debian 9

    Dalam dunia administrasi sistem jaringan, File Transfer Protocol (FTP) adalah salah satu layanan penting yang digunakan untuk berbagi file di dalam jaringan lokal maupun internet. Bagi pelajar SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), khususnya kelas 11 yang sedang mempelajari mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan (ASJ), memahami cara mengonfigurasi FTP Server merupakan keterampilan dasar yang…

  • | | | |

    Install WordPress di Linux

    WordPress adalah salah satu Content Management System (CMS) paling populer di dunia yang digunakan untuk membangun berbagai jenis website, mulai dari blog pribadi, portofolio, hingga situs e-commerce. Keunggulan WordPress terletak pada kemudahannya dalam penggunaan, dukungan komunitas yang luas, serta fleksibilitas dalam penyesuaian fitur melalui tema dan plugin. Pada artikel sebelumnya, yakni Install WordPress di XAMPP…

  • |

    Konfigurasi Mail Server pada Debian 9

    Dalam dunia jaringan komputer, salah satu kemampuan penting yang harus dikuasai oleh siswa SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah cara mengelola layanan email secara mandiri menggunakan mail server. Mail server merupakan server yang bertugas untuk mengirim, menerima, dan menyimpan email dalam suatu jaringan. Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap dan bertahap…

  • Konfigurasi File Server pada Debian 9

    Konfigurasi File Server pada Debian 9 merupakan salah satu materi esensial yang diajarkan dalam mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan untuk siswa kelas 11 SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). File Server adalah layanan jaringan yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan, mengelola, dan berbagi file secara terpusat di dalam jaringan. Dengan adanya File Server, semua file,…

  • |

    Install EHCP pada Debian

    Mengelola layanan hosting sendiri di server pribadi semakin mudah dengan adanya berbagai panel kontrol berbasis web. Salah satu panel kontrol yang bisa digunakan secara gratis adalah Easy Hosting Control Panel (EHCP). EHCP adalah solusi yang ringan dan sederhana untuk mengelola domain, database, FTP, dan layanan hosting lainnya tanpa harus bergantung pada terminal dan konfigurasi manual…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *